“Buat mereka yang minta buat dimengerti, tapi tidak mencoba mengatakan apapun hanya membuat oranglain bingung untuk melakukan sesuatu apapun.”

Papa
“Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you”

Fix You, Coldplay
“Maukah kau menungguku ? Aku tidak akan menuntut banyak. Aku juga tidak akan membebanimu. Aku hanya memintamu menunggu sampai aku menyelesaikan masalahku. Sampai saat itu tiba, jangan pergi kemana-mana. Tetaplah bersamaku”

Danny Jo / Jo In-Ho (Spring In London)

(Source: mnwp19)

“Ada kalanya karena saking buntunya pikiran sampe mikir hidup ini tuh ga pasti, jadi buat apa juga nunggu yang ga pasti.”

AuntBall

Mama (R/L)ia


  • Seorang sosok wanita setengah baya datang memasuki sebuah rumah sederhana di daerah Cimahi Utara. Dengan yakinnya ia memasuki sebuah rumah bercat putih, yang kebetulan saat itu pintu utamanya terbuka.
  • Ibu-ibu 1 : “Assalammualaikum!” (berjalan dari arah ruang tamu menuju ke ruang tengah, sambil tersenyum melewati seorang bapak-bapak yang hendak berjalan dari arah dapur.) “Punten pak.”
  • Bapak-bapak : “Mangga…” (memerhatikan dengan bingung, siapa gerangan ibu-ibu yang tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam kediamannya.)
  • Ibu-ibu 1 : “mama (R/L)ia, mama (R/L)ia…” (ibu-ibu itu memanggil-manggil nama seseorang kedengarannya ia seperti memanggil nama Ria dengan keras kemudian seorang ibu-ibu menghampirinya di ruang tengah dengan penasaran.)
  • Ibu-ibu 2 : “eeh, Riii… Riaaa” (memanggil anaknya, karena ibu-ibu 2 pikir ibu-ibu 1 mencari anaknya.)
  • Kalau dipikir-pikir Ria itu memang benar nama saya tapi siapa juga yang nyari-nyari saya sampe langsung masuk ke dalam rumah. Yang kebayang dalam pikiran saya saat ibu-ibu 1 & 2 saling bertemu, pasti kaget. Pasti asing satu sama lain. Pasti ga kenal sama sekali. Kalo ibu-ibu 2 alias mama saya piker ibu-ibu 1 itu orangtua temen saya yang lagi cari saya, pikiran ibi-ibu 1 apa yaa? Kalo saya, jelas bingung orangtua siapapulah lah gerangan ini? Mari lanjut…
  • Ibu-ibu 2 (mama) : “eeh siapa yaa?” (kedengerannya sih kaget.)
  • Ibu-ibu 1 : “mau cari mama Lia. Mana ya mama Lia?” (ternyata mau cari mama Lia, bukan Ria.)
  • Mama : “haa? Ibu siapa yaa? Darimana bu?” (mama pasti kaget yaa.)
  • Ibu-ibu 1 : “eeh ini teh rumah pak *tuuut* kan?” (kedengerannya sih itu ibu-ibu nyebut nama tetangga sebelah.)
  • Mama : “ooh bu, pak *tuuut* di sebelah rumahnya bukan ini bu.”
  • Ibu-ibu 1 : “alaah, punten pisan nya bu nyaa. Abdi teh ti Tasik, mau ketemu mama Lia. Dikirain teh yang ini rumahnya, makanya langsung masuk. Aduuuh, punten pisan nya bu. Punten pisan, maaf.”
  • Mama : “oiya bu iya, gapapa. Rumahnya yang di sebelah ini ya bu ya.”
  • Oooh, ternyata! Ibu-ibu itu salah rumah. Dengan wajah masih bingung dan aneh warga rumah melanjutkan aktivitasnya kembali. Kaget juga tuh heran kenapa bisa ya nyasar main masuk ke rumah, padahal kalo nanya dulu kan jadi ga salah sebelum masuk ke dalem rumah oranglain.
“Nyaaa berharap maaah blh toh kalau emg dikasih kesempatan kenapa engga”

@khalidakhalidi
“Witing tresno jalaran soko kulino.”

RaksasaDariJogja
“Saat kita berbicara untuk menasehati orang lain, kita juga berbicara untuk diri kita sendiri.”

AuntBall

Filsafat Gula Batu


Papa : “ma, gula batunya mana ya?”

Mama : “tuh paa.” (nunjuk ke suatu sisi, gatau kemana)

Papa : “gula batu tuh lama-lama kalo diminum makin manis, makin manis.”

Mama : “iya”

Papa : “itu kan sebenernya ada filsafatnya, hidup itu mulainya dari pait lama-lama jadi manis.”